Selasa, 20 Februari 2018

JENIS JENIS PERENCANAAN DALAM PENDIDIKAN LUAR SEKOLAH











TUGAS RESUME MATA KULIAH 

PENGELOLAAN PROGRAM PLS 

TENTANG

“ JENIS – JENIS PERENCANAAN “





OLEH 

KELOMPOK 2:



1. SILVIA OKTARIZA
2.VARENT ALQIFTIAH






PENDIDIKAN LUAR SEKOLAH 
FAKULTAS ILMU PENDIDIKAN
UNIVERSITAS NEGERI PADANG
2018














Jenis jenis perencanaan
A. Perencanaan Inovatif (innovative planning)
Perencanaan inovatif adalah perencanaan yang lebih memperhatikan atau menekankan pada peningkatanatau pengembangan sistem yang ada (memperkenalkan tujuan atau sasaran baru, perubahan skala besar dan lain-lain.
Perencanaan inovatif merupakan proses penyusunan rencanan yang menitikberatkan perluasan fungsi dan wawwasan kelembagaan untuk memecahkan permasalahan kehidupan masyarakat yang menjadi layanan berbagai lembaga.Perencanaan ini ditandai dengan adanyaa upaya mengembangkan gagasan dan kegiatan baru dalam memecahkan masalah. Berbagai keahlian teknis dilibatkan secara terpadu dalam kehidupan masyarakat luas proses dalam perencanaan tidak hanya untuk menhgasilkan suatu rencana melainkan juga untuk mewujudkan fungsi diantara para perencana dari berbagai bidang kegiatan lembaga-lembaga terkait.Proses inipun berkaitan dengan kesinambungan antara perencanaan dan pelaksanaan program dalam upaya pemecahan masalah.Perencaanan inovatif sering diarahkan untuk memecahkan permasalahan besar yang dihadapi masyarakat. 
Perencanaan inovatif memiliki 3 ciri pokok :
a. pembentukan lembaga baru 
perencanaan inovatif pada dasarnya berhubungan dengan penjabaran prinsip-prinsip umum perencanaan yang telah dilakukan oleh lembaga-lembaga terkait ke dalam perencaanan yang disusun oleh lembaga baru yang dibentuk atas kesepakatan lembaga-lembaga tersebut. Pembentukan lembaga baru itu di dasarkan atas kepentingan lembaga-lembaga yang bersangkutan dalam menangani permasalahan khusus,baik secara rasional,daerah ataupun lokal,yang memerlukan pemecahan secara bersama oleh lembaga-lembaga terkait . penanganan secara bersama itu menyangkut pendayagunaan sumber daya ( manusia dan non manusia ) yang terdapat pada lembaga masing-masing, pembagian garapan dan tugas tiap lembaga , dan lain sebagainya. Perencanaan inovatif akan berakhir apabila program-program yang telah disusun dan dilaksanakan menjadi bagian atau kegiatan rutin lembaga baru.
Berdasarkan uraian diatas terdapat beberapa ciri penting dalam perencaanan inovatif  :
adanya lembaga baru yang di bentuk oleh lembaga-lembaga terkait arau sektor-sekor , walaupun pembentukannya kadasang-kadang didsarkan atas keputusan politis.  
Lembaga baru bereperan untuk mewakili fungsi lembaga-lembaga yang membentuknya dalam memberikan pelayanan secara efisien dan efektif terhadap khalayak program sesuai dengan permasalahan yang dihadapi masyarakat dan sesuai pula dengan potensi yang ada lembaga-lembaga.
Lahirnya lembaga baru tidak dimaksudkan untuk menambah anggaran lembaga-lembaga yang membentuknya , karena pembiayaan program-program lembaga baru berasal dari anggaran biaya yang telah ada pada lembaga-lembaga yang membentuk lembaga baru tersebut.
Hasil yang dicapai dalam perencanaan inovatif tidak biasa dinilai menggunakan analisis sektoral sebagaimana biasa digunakan dilembaga masing-masing.
Lembaga baru lebih bersifat pembaharu
Kecendrungan masyarakat bahwa semakin maju suatu masyarakat, maka semakin berkembang spesialisasi.

b. berorientasi pada kegiatan
tujuan yang telah ditetapkan dalam perecanaan inovatif pada lembaga baru serta pelaksanaan kegiatan untuk mencapai tujuan itu tidak dapat dipisahkan antara satu dengan yang lainnya. Perencanaan inovatif merupakan jawaban kreatif dari lembaga-lembaga terkait terhadap permasalahannya yang muncul dalam situasi khusus. Dalam perencanaan inovatif , upaya mencari dan memilihbalternatif kegiatan yang efektif untuk mencapai tujuan antara perlu dilakukan memlaui pertimbangan rasional . adapun upaya secara berkelanjutan untuk melakukan kegiatan yang efektif itu disebut strategi kegiatan.
Ada 2 strategi kegiatan dalam perencanaan inovatif yg berhasil :
Strategi pertama sebagai kegaiatan dasar adalah pengembangan upaya lembaga baru untuk membina hubungan yang erat dan berkelanjutan dengan lembaga-lembaga terkait yang membentuk lembaga baru tersebut 
Strategi kedua adalah mekanisme kegiatan yang terfokus pada pencaaian tujutan lembaga baru itu sendiri.
Kedua strategi kegiatan diatas yaitu pengembangan lembaga baru dan mekanisme kegiatan dapat dilakukan secara bersamaan.
c.pengarahan sumber-sumber  
dalam perencanaan inovatif , para perencana biasanya bertindak sebagai wirausahawan yang aktif melalui kegiatan mencari mengerahkan , mengorganisasi , dan mendayagunakan sumber-sumber yang tersedia baik didalam maupun diluar lembaga-lembaga terkait, termasuk sumber-sumber dari masyarakat. Sedangkan perencanaan alokatif sebagaimana dikemukakan terdahulu,peranan para perencana adalah sebagai penyebar sumber-sumber yang terbatas dan tersedia ditingkat pusat kepada pihak-pihak yang akan menggunakan sumber-sumber tersebut dan kebutuhannya lebih besar dibandingkan dengan sumber yang tersedia.
Perencanaan inovatif terjadi pada situasi kegiatan antarlembaga terkait dengan lembaga baru dalam hubungan fungsional . dalam situasi ini lembaga baru dan perangkat aturannya terpisah dari lembaga pendukung-pendukungnya 
Beberapa fenomena tipe perencanaan :
Perencanaan inovatif cenderung tidak mengikatkan diri pada aturan perencanaan alokatif 
Perencanaan inovatif berorientasi pada kegiatan yang dikelola oleh lembaga baru yang fungsinya berkaitan erat dengan pelaksanaan program lembaga-lembaga pendukungnya 
Dalam perencanaan inovatif terdapat hubungan erat antara perencanaan , keputusan politik , dan pelkasanaan program 

B. PERENCANAAN STRATEGIS
tahun tujuh puluhan muncul model perencanaan baru yang dikenal dengan perencanaan strategis .perencanaan strategis yang semula digunakan dibidang militer , kemudian digunakan pula dalam bidangn pendidikan, ekonomi dan bidang-bidang lainnya.
Kata “strategi” berasal dari bahasa latin “stretegos” yang mula-mulanya merujuk kepada kegiatan seorang jenderal militeryang mengkombinasikan “stratos” (militer) dan “ago” (memimpin).
Dengan demikian strategi bermakna sebagai kegiatan memimpin militer dalam melaksanakan tugasnya.
Fungsi perencanaan strategis 
Perencanaan strategis merupakan bagian dari manajemen strategis .
Fungsi manajemen perencanaan adalah untuk memehami lingkungan , menentukan tujuan-tujuan organisasi , mengindentifikasi alternatif pilihan, membuat dan melaksanakan keputusan-keputusan dan mengevaluasi penampilan kegiatan . perencanaan strategis berupaya untuk mendayagunakan berbagai peluang baru yang mungkin terjadi pada masa yang akan datang. Sedangkan perencanaan jangka panjang berupaya mengoptimalisasikan kecendrungan-kecendrungan yang terjadi masa kini untuk masa yang akan datang,

Perbedaan perencanaan jangka panjang dengan perencanaan strategis
Terdapat 6 perbedaan pokok antara kedua perencanaan tersebut :
Perencanaan jangka panjang merupakan sistem tertutup sehingga rencana suatu lembaga dibatasi waktunya seperti rencana lima tahunnan,sepuluh tahunan,dan dua puluh lima tahunan.
Perencanaan startegis dianggap sebgai sistem terbuka, dalam arti bahwa organusasi adalah dinamis dan teteap mengalami perubahan apabila organisasiitu memadukan berbagai informasi uyang muncul dalam lingkungan.
Perencanaan jangka panjang beroerientasi pada hasil yaitu rencana , sedangkan perencanaan startegis lebih berorientasi pada proses yaitu perencaanaan itu sendiri
Perencanaan jangka panjang , walaupun dengan pengunaan formula atau rumus-rumus tertentu , belum dianggap cukunrasional karena kurang sekali memeprehatikan nilai-nilai , perekembangan politik dan keadaan-keadaan yang telah berubah 
Perencanaan startegis cukup rasional karena ia tidak memperhatikan realitas yang irrasional
4) Perencanaan jangka panjang cenderung mengarah kepada analisis internal lingkungan dalam lembaga,model-model pengembangan sumber secara kuantitaif dan fungsi-fungsi kelembagaan yang terpisah antara satu dengan yang lainnya.
Perencanaan strategis berorientasi pada lingkungan  luar 
5) Perencanaan jangka panjang membuat keputusan keputusan tentan masa yang akan datang berdasarjkan masa yang sekarang.
Perencanaan strategis mendayagunkan kecendrungan yang ada paada masa sekarang dan kemungkinan-kemungkinan yang terjadi pada masa yang akan datang untuk membuat keputusan untuk sekarang bukan yg akan datang
6) Perencanaan jangka panjang menenkankan pada pengunaan ilmu yang berkaitan dengan perencanaan , manajemen dan pengambilan keputusan.
Perencanaan strategis lebih menekankan pada kreativitas, inovasi , dan intuisi sebagai seni dalam perencanaan, manajemen , dan pengambilan keputusan.
3)Langkah – langkah perencanaan strategis 
Morison , renfro , dan bouche (1984) menejlaskan bahwa langkah –langkah dalam perencanaan strategis merupakan perpaduan anatara langkah-langkah perencanaan jangka panjang dan langkah langkah kajian lingkungan .
Perencanaan jangka panjang 4 langkah pokok:
Pemantauan
Memantau berbagai kecendrungan yang berkaitan dengan kepentingan lembaga yang melaksanakan perencanaan.
Peramalan
Biasanaya didasarkan atas hasil penarikan data secara historis dengan menggunakan analisis regresi atau teknik-teknik yang dipilih.
Penentuan tujuan
Yang memuat suatu keadaan masa depan yang dapat dicapai.
Pelaksanaan 
Melaksanakan kebijakan dan kegiatan tang dirancang khusus untuk mengurangi perbedaaan antara suatu keadaan masa depan yang diharapkan dengan masa yang diinginkan.
Kajian lingkungan mencakup 4 langkah :
Pengkajian 
Penilaian
Peramalan 
Pemantauan 
Sebagaimana telah disinggung bahwa kedua model perencanaan tersebut dapat digabungkan menjadi perencanaan strategis dengan digabungkan maka proses perencanaan staretgsi terdiri dari 6 langkah pokok :
Kajian lingkungan 
Memungkinkan adanya kegiatan untuk mengkaji atau mempelajari informasi yang terdapat diluar lembaga
Penilaian informasi
Peramalan 
Penentuan tujuan
Pelaksanaan 
Pemantauan

Sumber 
Sudjana : 2004 . Manajemen Dalam Pendidikan . Bandung : Nusantara Press

















Tidak ada komentar:

Posting Komentar

MENGUASAI PENGUASAAN TEKNOLOGI INFORMASI DAN KOMUNIKASI

A.     Identifikasi Sasaran dan Kebutuhan Bahan Belajar Pendukung Suatu Produk TIK Yang Digunakan Untuk Program PLS              Seper...